Rabu, 25 September 2013

Apel Tahunan 2013



Setelah lama tidak menggelar apel tahunan dan pawai ta'aruf,  lembaga pendidikan islam Yayasan An-Najah I kembali akan menggelar apel tahunan dan pawai ta'aruf tahun ini 2013. Acara ini akan dilaksanakan pada tanggal 12 Oktober 2013 sehari sebelum libur Idul Adha. Digelarnya acara ini merupakan hasil keputusan rapat Yayasan An-Najah I pada tanggal 24 September 2013 bertempat di Kediaman Ketua umum Yayasan An-Najah I K. H. Abd. Wasik Bahar yang di hadiri oleh seluruh pengurus Yayasan dan seluruh kepala dan pembantu kepala Madrasah dari tingkat PAUD sampai Madrasah Aliyah. Dalam rapat itu sdr. Asis, S.H.I, M.Pd.I terpilih sebagai ketua pelaksana apel tahunan dan pawai ta'aruf, kemudian sdr. A'idi, S.Pd.I sekretaris panitia dan Fathorrasyid, S.H.I sebagai bendahara. Selain acara apel tahunan yang menjadi keputusan mausyawarah Yayasan, juga penetapan hari libur untuk Idul adha 1434 H. yaitu terhitung mulai tanggal 13 Oktober-18 Oktober 2013. Dalam sambutannya Ketua umum Yayasan An-Najah I berharap agar acara ini dapat terlaksana dengan sukses meriah, efektif dan efisien.  Acara ini selain diikuti oleh seluruh siswa-siswi lembaga pendidikan Islam Yayasan An-Najah I juga akan di meriahkan oleh dua gurup drum band terkenal masing-masing dari kabupaten pamekasan dan kabupaten Sumenep.(as)

Senin, 23 September 2013

KERJA EFEKTIF


Setiap hari kita tenggelam dalam pekerjaan atau kegiatan yang kita lakukan. Namun pernahkah kita mencoba diam sejenak lalu bertanya pada diri kita sendiri: seberapa jauh sebenarnya langkah yang kita buat dalam pekerjaan kita? Seperti apa sebenarnya nilai pekerjaan atau kegiatan yang telah kita lakukan itu?

Pertanyaan semacam ini dapat kita bawa ke wilayah pekerjaan atau kegiatan yang sifatnya perseorangan maupun kelembagaan. Mengajukan pertanyaan ini kepada diri kita sendiri mungkin terasa cukup sederhana. Pertanyaan itu hanya untuk kita, tidak untuk orang lain. Akan tetapi jika terkait dengan lembaga, pertanyaan ini tampak menjadi lebih rumit karena tentu saja pekerjaan atau kegiatan yang kita maksud melibatkan orang dan faktor yang tidak tunggal.

Baik diarahkan kepada diri kita sendiri maupun pada suatu lembaga, pertanyaan ini pada dasarnya bersifat evaluatif dan reflektif. Pertanyaan ini hendak mengukur dan melihat kembali secara lebih cermat titik-titik yang telah kita lalui dalam serangkaian pekerjaan atau kegiatan kita itu. Seperti apakah bentuk titik-titik yang kita bentuk dalam jejak pekerjaan atau kegiatan kita?

Membiasakan diri untuk mengangkat pertanyaan yang sifatnya evaluatif dan reflektif ini secara gamblang dan terus terang sangatlah penting. Di SMA 3 Annuqayah, hal ini saya wujudkan dengan membiasakan menyusun laporan kegiatan kependidikan sekolah setiap akhir tahun pelajaran. Dalam tiga tahun masa kepemimpinan saya, ada tiga laporan yang telah dibuat. Sejak tahun lalu, saya juga berusaha mendorong tradisi membuat laporan ini pada Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan juga salah satu unit kegiatan siswa di SMA 3 Annuqayah, yakni komunitas siswa peduli lingkungan yang bernama Pemulung Sampah Gaul (PSG).

Dalam laporan yang dibuat sekolah ini saya berusaha untuk mengangkat dan menyajikan semua data yang kami miliki terkait dengan seluruh kegiatan sekolah. Sistematikanya mengikuti bidang-bidang utama yang dikerjakan sekolah, yakni bidang kelembagaan, kurikuler, kesiswaan, sarana dan prasarana, dan administrasi.

Kadang data dan butir informasi yang kami cantumkan terasa agak remeh. Misalnya data asal sekolah siswa atau tanggal pelaksanaan rapat yang pernah dilaksanakan di sekolah. Akan tetapi saya yakin bahwa catatan-catatan seperti itu suatu saat akan kelihatan nilai gunanya.

Laporan sekolah yang kami buat saya dorong agar tidak hanya bersifat formal dan sangat singkat. Dalam tiap butir laporan kegiatan, saya mendorong agar ada deskripsi atau narasi sesingkat apa pun tentang kegiatan yang telah dilaksanakan itu. Pada titik ini kami merasa sangat terbantu oleh tradisi kami yang lain yang sejak tahun 2008 mendorong siswa-siswa kami untuk menulis berita kegiatan di sekolah. Tulisan-tulisan siswa itu pada akhirnya dapat menjadi paparan penjelas yang sifatnya naratif dan deskriptif tentang kegiatan-kegiatan sekolah yang dilaksanakan dalam satu tahun pelajaran. Sadar akan pentingnya “laporan” yang dibuat siswa ini, sejak tahun lalu kami melampirkan tulisan-tulisan siswa tersebut dalam laporan pertanggungjawaban kegiatan kependidikan sekolah.

Laporan yang kami susun ini terasa sekali semakin memudahkan pekerjaan kami pada tahun-tahun berikutnya karena dari laporan itulah kami bisa menemukan satu informasi tertentu tentang satu butir kegiatan yang akan berguna saat kami merancang atau melaksanakan kegiatan serupa di tahun berikutnya. Lebih dari itu, kami juga bisa mendapatkan satu gambaran yang cukup utuh dengan melihat semua apa yang telah kami lakukan dalam rentang satu tahun pelajaran.

Minggu, 22 September 2013

KELOMPOK PADUAN SUARA AN-NAJAH I



Salah satu kegiatan ekstra kurikuler yang dilakukan oleh lembaga pendidikan islam Yayasan An-Najah I yang saat ini tetap eksis adalan kelompok paduan suara. Kelompok ini sering mengisi kegiatan-kegiatan kelembagaan untuk menyanyikan mars An-Najah, himne An-Anajah, lagu kebangsaan  serta lagu-lagu bernada islami. Untuk tahun ini karna peminatnya semakin banyak terutama dari kalangan MTs. An-Najah I, maka oleh penaggung jawab yakni Iqbal Febriansyah  kegiatan ini akan dilakukan audisi. Program audisi ini untuk memilih calon kelompok paduan suara yang memiliki kreteria yang bagus  sesuai dengan keinginan pelatihnya.(as)

Jumat, 20 September 2013

Kurikulum 2013 siap dilaksanakan Kemenag pada tahun 2014


Foto
PENDIS - Direktorat Jenderal Pendididikan Islam Kementerian Agama RI mengeluarkan Surat Edaran tentang penerapan kurikulum 2013 yang ditandatangani Dirjen Pendis Prof. Dr. H. Nur Syam, M.Si tanggal 8 Juli 2013 yang isinya siap menerapkan kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2014.

Surat Edaran yang ditandatangi Nur Syam tersebut bernomor SE/Dj.I/PP.00/50/2013 tentang implementasi kurikulum 2013 pada madrasah.

Kementerian Agama akan mengimplementasikan Kurikulum 2013 untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) mulai tahun pelajaran 2014/2015, yang akan diterapkan pada tingkat MI di kelas I dan IV, tingkat MTs kelas VII dan tingkat MA kelas X.

Kemenag akan bangun Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia ( MAN IC ) di 16 Lokasi


Foto
Pendis - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) atas nama Kementerian Agama RI telah menandatangani kerjasama dengan beberapa Pemerintah Daerah terkait pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia. Selain dengan Pemerintah Daerah kerjasama juga dijalin dengan beberapa kementerian terkait, seperti Kementerian PU, Kemdagri, Kemenkes, dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam rangka penggalangan dukungan pembangunan madrasah ini.

Sampai tahun 2013 ini Kementerian Agama baru memiliki tiga MAN IC, yakni di Serpong, Gorontalo, dan Jambi. "Eksistensi MAN IC di 3 lokasi tersebut sudah dirasakan besar manfaatnya oleh masyarakat dan prestasi yang diraih demikian membanggakan," tegas Dirjen Pendis Nur Syam ketika memberikan sambutan pada Pembukaan Rapat Koordinasi Program Pendidikan Menengah Universal sekaligus penandatanganan MoU dan Perjanjian kerjasama Pembangunan dan Penyelenggaraan MAN Insan Cendekia, Jakarta, Selasa (20/08).

Selanjutnya, Menteri Agama Suryadharma Ali juga meneguhkan komitmennya untuk terus memperluas akses pendidikan bermutu bagi siswa-siswa madrasah. Menurutnya, akses pendidikan bermutu merupakan hak fundamental setiap warga negara yang tidak dibatasi oleh status sosial, status ekonomi, suku, etnis, agama, dan gender.

"Salah satu pilar penting dari arah kebijakan dan program Pembangunan Pendidikan Islam Kementerian Agama adalah peningkatan akses dan mutu pendidikan Islam (pesantren dan madrasah)," ungkap Menag. "Peningkatan akses pendidikan berarti peningkatan ketersediaan dan keterjangkauan pendidikan Islam bagi semua kelompok masyarakat tanpa pandang bulu," tambahnya.

Kakanwil Kemenag Jatim : Kegiatan Penguatan Tenaga Pengelola Data Pendidikan dapat berkontribusi terhadap visi dan misi Kemenag


Foto
Pendis - "Penguatan Tenaga Pengelola Data Pendidikan merupakan salah satu kegiatan yang berkontribusi terhadap visi dan misi kementerian agama dari 5 visi misi kementerian agama, yakni meningkatkan kualitas pendidikan dari tingkat raudhatul athfal, madrasah, perguruan tinggi agama, pendidikan agama, dan pendidikan keagamaan." Demikian penuturan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Drs. H. Sudjak, M.Ag dalam arahannya sekaligus membuka acara kegiatan Penguatan Tenaga Pengelola Data Pendidikan Tingkat Kanwil/Kankemenag/PTAIN/Kopertais Tahun 2013 cluster Malang.

Selanjutnya Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur itu mengatakan bahwa ada 3 prinsip dalam sistem informasi yang diistilahkannya dengan sebutan 3T (Cepat, Tepat, dan Akurat).

Cepat dalam arti bahwa data/informasi itu harus dengan cepat diketahui oleh masyarakat sehingga dapat direspon dengan cepat pula, Tepat sudah seharusnya data atau informasi harus tepat baik tempat, jumlah maupun waktunya, sedangkan ke-Akurat-an data menjadi bahan pertimbangan untuk kebijakan, jika data yang tidak akurat/salah maka kebijakan yang dihasilkanpun akan salah pula.


Kepala Biro Hukum Kemendikbud: Ma`had Aly Harus Punya Standar


Pendis - Jika dibandingkan dengan Universitas Terbuka atau lembaga kursus, keberadaan Ma`had Aly jauh lebih mapan, namun sampai hari ini keberadaanya masih belum kuat dari sisi pengakuan negara atasnya. Maka mutlak diperlukan standar pendidikan dari Ma`had Aly yang selama ini kita tahu telah berjasa besar bagi upaya pencerdasan bangsa. Demikian dikatakan Muhammad Muslich, SH, Kepala Biro Hukum Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Lebih lanjut dikatakan "dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 telah memberikan peluang Ma`had Aly untuk mendapatkan perlakuan yang semestinya, namun tentu saja karena belum diatur secara detail di undang-undang tersebut perlu diatur secara lebih rinci dalam bentuk peraturan pemerintahnya (PP)".

Pergeseran Paradigma Belajar Abad 21

Tema pengembangan kurikulum 2013 adalah dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap (tahu mengapa), keterampilan (tahu bagaimana), dan pengetahuan (tahu apa) yang terintegrasi. Diakui dalam perkembangan kehidupan dan ilmu pengetahuan abad 21, kini memang telah terjadi pergeseran baik ciri maupun model pembelajaran. Inilah yang diantisipasi pada kurikulum 2013. Skema 1 menunjukkan pergeseran paradigma belajar abad 21yang berdasarkan ciri abad 21 dan model pembelajaran yang harus dilakukan.